PERPUSTAKAAN TAMAN CENDIKIA BUKU FIKSI,UMUM KISAH YANG PILU UNTUK KITA YANG RAGU

KISAH YANG PILU UNTUK KITA YANG RAGU

Setelah belajar mengikhlaskanmu, mengapa jalan hidup mempertemukan kita lagi? Hati remuk yang pelan-pelan kurakit kembali, kini gamang saat ada kamu lagi. Pernah aku mencoba menghapusmu dalam ingatan, tapi pilu mendalam yang kurasakan.

Kau bilang tak akan pergi, tapi jejakmu saja yang kudapati. Kau bilang akan terus di sini setelah kembali, tapi mengapa perih lagi yang kau sirami. Satu hal yang sering kutakutkan, bahwa orang-orang yang bilang takut kehilangan bisa saja akhirnya lebih dulu menghilang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post